Bookmark and Share

Standar Chartered Bank (SCB) mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Indonesia mengembangkan Usaha, Kecil dan Menengah (UKM) mengingat prospeknya cukup menjanjikan.

Berdasarkan hasil survei terdapat sekitar 180.000 UKM yang sehat dan menghasilkan laba dan merupakan pasar potensial bagi SCB, kata Kepala Konsumer Banking (Head of Consumer Banking), SCB, Fred Saarlos yang didampingi oleh General Manager Wealth Management SCB, Darmadi Sutanto di Jakarta, Jumat (28/1).

Dikatakannya, untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah, SCB meluuncurkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan pagu kredit antara Rp150 juta sampai Rp300 juta dengan jangka waktu pengembalian satu sampai tiga tahun dengan tingkat suku bunga antara 1,42% sampai 1,58% per bulan.

Persyaratan untuk mendapat fasilitas KTA antara lain perusahaan yang sudah berdiri tiga tahun, dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki izin usaha yang sah. Pada tahun 2007 CSB menetapkan target menjaring 8.200 nasabah tersebar di seluruh Indonesia, katanya.

SCB mentargetkan program KTA pada tahun 2005 sebesar Rp2 triliun untuk mendorong UKM, karena bisnis UKM prospeknya cukup cerah.

Produk yang ditawarkan SCB disamping KTA juga deposito berjangka, kredit investasi, kredit perdagangan dan kredit dengan jaminan uang atau properti kepada pengusaha UKM.

Fred Saarlos, optimis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang dan pihaknya merasa bangga dapat membantu pengembangan usaha kecil dan menengah. Standard Chartered Bank merupakan bank asing pertama yang memfokuskan dirinya di sektor UKM, tuturnya.

SCB saat ini salah satu bank yang memiliki staf yang berpengalaman di bidang pemasaran dan kredit di sektor UKM. Kami mengadopsi best banking practices dari negara tempat operasi SCB yang memiliki prestasi tinggi dan meramunya dengan karakteristik lingkungan bisnis di Indonesia, kata Fred Saarlos.

SCB dewasa ini mempunyai 30.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 500 lokasi, lebih dari 50 negara di kawasan Asia Pasifik, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Inggris dan Amerika Serikat.

Sebagai salah satu bank internasional yang terkemuka di dunia, Standard Chartered Bank memiliki tim manajemen yang terdiri dari 70 kebangsaan, SCB melayani consumer dan wholesale banking customers.

SCB salah satu bank terbesar dan tertua di dunia mulai berdiri di Indonesia sejak tahun 1863, saat ini SCB memiliki 12 kantor cabang d lima kota utama di Indonesia dengan memiliki karyawan sekitar 1.000 orang dan melayani lebih dari 100.000 nasabah. 

Tags: , , ,

batu cantik on March 25th, 2010
Bookmark and Share

Sekitar Rp1,4 triliun dari total Rp1,9 triliun dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terserap untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi mitra binaan BUMN.

Hal itu diungkapkan Staf Ahli Menteri Negara BUMN bidang Kemitraan dan Usaha Kecil, Gumilang Hardjokusumo kepada wartawan usai pembukaan PKBL BUMN Expo 2009 di Surabaya, Rabu (9/12).

“Kami memang mendorong BUMN-BUMN agar dana PKBL yang dimiliki lebih banyak dialokasikan untuk sektor UKM dengan menggandengnya sebagai mitra binaan,” katanya.

Menurut Gumilang, jumlah UKM yang menjadi mitra binaan dari 142 BUMN mencapai lebih dari 620 ribu unit yang tersebar di seluruh Indonesia dengan beragam usaha.

“Setiap tahun ada penambahan sekitar 50 ribu mitra binaan baru BUMN. Ini juga salah satu upaya membantu sektor riil untuk terus berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan jumlah dana PKBL yang terkumpul tahun ini jauh lebih besar dibanding 2008 yang masih sekitar Rp1,3 triliun. “Kami harapkan tahun 2010 bisa naik sekitar 10%,” tambahnya.

Gumilang juga setuju dengan usulan sejumlah daerah agar penyaluran dana PKBL tersebut bisa melibatkan pemerintah provinsi atau kabupaten/kota, sehingga lebih tepat sasaran.

“Saya kira itu usulan yang bagus dan perlu ditindaklanjuti, tapi penyaluran dananya tetap menjadi kewenangan BUMN. Pemerintah daerah bisa mengusulkan calon mitra binaan yang akan digandeng,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk, Dwi Soetjipto, saat pemberian UKM Award 2009, Selasa (8/12) malam, mengatakan UKM menjadi salah satu pendukung ekonomi nasional yang paling tahan terhadap krisis karena tidak banyak memiliki tanggungan kredit di perbankan.

“Karena itu, sudah sewajarnya kalau dana PKBL yang disisihkan dari laba BUMN, dimanfaatkan untuk membantu sektor UKM,”

Sementara itu, kegiatan PKBL BUMN Expo yang berlangsung hingga Minggu (13/12), diikuti sekitar 120 UKM yang menjadi mitra binaan BUMN, terutama di wilayah Jawa Timur.

Tags: , ,

batu cantik on March 23rd, 2010
Bookmark and Share

Potensi bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) membutuhkan dukungan pemerintah, seiring prediksi usaha itu dalam Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) ke-20 di Singapura jika omzet UKM dapat tambah US$1 triliun.
“Keyakinan itu dapat tercapai jika 21 pemimpin anggota APEC dapat mendukung terciptanya iklim UKM yang berkualitas,” kata Komite Tetap Pengembangan Jaringan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur Nur Cahyudi di Surabaya, Rabu (25/11).
Dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Dalam Rangka Promosi Daerah,ia mengatakan, bahwa dalam mengembangkan UKM diperlukan strategi pengembangan di semua lini bisnisnya, seperti di sektor produksi dan pengolahan.
“Hal tersebut karena selama ini UKM terbentur dalam hal teknis produksi dan kemampuan manajemen,” ujarnya.
Ia menyarankan, untuk itu UKM perlu didorong penerapan standarisasi dalam produksi.
“Bahkan, mereka perlu meningkatkan sarana prasarana baik didukung kebijakan pemerintah maupun infrastruktur,” katanya.
Di sisi lain, ia mengaku, UKM sulit dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sementara itu, dari sisi produknya mereka juga harus mendesain produk dan teknologinya dengan mematenkan dulu keduanya.
“Karena proses pematenan Hak Kekayaan Intelektual itu relatif lama atau minimal dua tahun, sembari menunggu mereka bisa mengoptimalkan usahanya dari sisi lain,” katanya.
Di samping itu, kata dia, UKM juga membutuhkan program kemitraan meliputi aspek ekonomi, moral, dan sosial politik.
“Program kemitraan ini penting mengingat, selama ini mereka perlu bantuan permodalan karena hingga kini sulit mendapatkan pembiayaan dari perbankan,” katanya.
Di sisi lain, tambah dia, strategi pemasaran juga diperlukan sebelum mereka mendistribusikan produknya. Mereka bisa melaksanakan penelitian dan pengkajian pasar, ekspansi pasar, dan meningkatkan daya saing UKM.
“Peningkatan itu bisa dengan bagaimana produk diproduksi dengan biaya rendah, unik, dan berkualitas tinggi dikelola dengan efisiensi tinggi,

Tags: ,