Bookmark and Share

Pengusaha dan eksportir aneka barang kerajinan Bali mampu menembus pasar potensial di Afrika, dengan volume perdagangan maupun perolehan devisa cukup stabil walau kondisi ekonomi belum menggembirakan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Drs IGN Sutedja di Denpasar, Kamis (15/06), mengatakan, realisasi ekspor nonmigas Bali ke Afrika selama catur wulan pertama 2006 bernilai US$1 juta atau tidak jauh beda dengan periode sama 2005.

Hubungan baik antara kedua negara, dengan diadakannya kunjungan dagang antara pengusaha Afrika ke Bali tempo hari akan menambah bergairah pengusaha untuk melakukan bisnisnya karena semakin mengenal karakter konsumen setempat.

Sutedja mengatakan, realisasi perdagangan Bali ke Afrika setiap bulannya pasti ada kenaikan periode 2006 yakni selama Januari perolehan devisanya hanya US$207.944, naik hampir 3% menjadi US$214.062 bulan berikutnya.

Selama Maret hanya US$212.727, turun 0,62% kemudian April seharga 406.370 dolar atau bertambah hingga 91%. Adanya kenaikan itu diharapkan pada akhir tahun nanti bisa melebihi 2005 yang hanya US$4,4 juta.

“Semakin bergairah ekspor ke Afrika, tentu berkait kerja sama pemerintah propinsi Bali dengan Afrika yang ingin meningkatkan kerjasama dibidang ekonomi,” kata Nyoman Sudiana pengusaha dan eksportir aneka kerajinan Bali.

Ia mengakui, meski berjarak cukup jauh, khususnya hubungan antara Afsel dengan Bali akan semakin meningkat setelah adanya kunjungan Dubes Afrika Selatan (Afsel) ke Bali tahun lalu yang mengajak kedua pemerintahan ini meningkatkan kerjasama ekonomi.

Disamping itu sekitar 5% penduduk Afsel adalah orang Indonesia, kebanyakan dari Makssar dan jumlah mereka diperkirakan mencapai satu juta jiwa, maka rekan itulah dimanfaatkan untuk pangsa pasar ekspor Bali.

Ia juga mengakui masih berkendala bisa mengekspor hasil produksinya ke Afrika, karena jaraknya jauh dan belum tahu persis karakteristik perdagangan di sana, sekalipun pengusaha Bali sudah melakukan aksi ekspor nonmigas ke Afrika.

Eksportir Bali sudah mengapalkan aneka hasil kerajinan ke sejumlah negara di Afrika, tetapi jumlahnya masih dalam ukuran kecil-kecilan, diharapkan akan meningkat terus sebab pendapatan per kapita penduduk Afrika rata-rata di atas US$1000.

Sejumlah pengusaha di pulau dewata sudah merintis untuk bisa mengekspor aneka barang hasil kerajinan tangan, pakaian jadi (garmen) dan sejumlah barang seni lainnya dalam jumlah relatif sedikit namun nilai ekspornya meningkat terus.

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>