Bookmark and Share

Berita Perdagangan Ekspor Nasional

Banyak perajin Bali yang memproduksi aneka barang kerajinan menjerit karena ekspor mengalami penurunan tajam akibat situasi di pasar internasional yang tidak menentu.

Made Renga asal Gianyar yang biasa memproduksi kerajinan berbahan baku batu padas mengeluh akibat kurangnya pesanan yang diterima dari rekan bisnisnya dari luar negeri terutama dari Eropa. Hal ini berdampak pada merosotnya realisasi ekspor hingga 50% dalam kurun waktu 2009 hingga Juli.

Hal senada diungkapkan Wayan Mardika, pengusaha merangkap perupa, yang mengatakan bahwa hasil goresan seniman lukis di daerah ini juga kurang peminat. Hal ini dimungkinkan sebagai dampak dari resesi ekonomi dunia yang melanda pangsa pasar kerajinan Bali.

Hampir semua eksportir mengalami nasib yang sama, kata Mardika pengusaha muda yang selain memasarkan aneka barang seni lukis juga batik, patung kayu dan aneka perabot rumah tangga baik dari kayu maupun kombinasi antara bambu, kayu dan rotan dengan pasar utama ke Amerika Serikat.

Pejabat Pembuat Komitmen Penembangan Ekspor Bali 2009 Ni Wayan Kusumawathi membenarkan bahwa realisasi ekspor khusus aneka barang kerajinan daerah ini berkurang hingga 43% selama 2009 hingga Juli dan angka itu diharapkan bisa terkoreksi hingga akhir tahun.

Realisasi ekspor menjelang akhir tahun terutama menghadapi Natal dan tahun baru, barang aneka hasil kerajinan Bali biasanya semakin banyak memasuki pasar ekspor, kata Kusumawathi sambil menyebutkan data ekspor kerajinan hanya meraih devisa US$110,2 juta selama Januari-Juli 2009.

Angka ekspor kerajinan itu merosot 43% dibanding periode sama 2008 yang mencapai 163,1 juta dolar. Barang kerajinan yang paling banyak berkurang ke pasaran ekspor periode ini adalah kerajinan bambu hingga 65%, kerajinan kerang 62% dan kerajinan dari plastik 53%.

Namun dari sejumlah aneka kerajinan itu ada pula di antaranya mengalami kenaikan antara lain hasil kerajinan tulang naik hingga 81%, kerajinan alat musik tradisional dari bambu melonjak hingga 64%, kerajinan rotan naik 14% dan kerajinan lilin yang banyak dijual ke Italia naik 13,5%.

Melorot perolehan devisa dari hasil kerajinan, salah satu andalan ekspor Bali maka berkuranglah penghasilan dari perdagangan nonmigas daerah ini turun 23,4% dari US$345,3 juta menjadi hanya US$264,2 juta selama Januari-Juli 2009.

Tags: , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>