Bookmark and Share

Pemerintah maupun swasta sebelum memberikan bantuan kepada usaha kecil dan menengah (UKM) terlebih dahulu perlu melihat peluang pasar, apakah produk yang dihasilkan pengusaha itu mempunyai pasar atau tidak.

“Itu penting demi kesinambungan usaha serta tidak salah jalan bagi pemerintah maupun swasta memberikan bantuan kepada UKM sebagai penguatan modal usahanya,” kata Kasubdin Pengembangan Industri Dinas Perinddag Sulawesi Tenggara, Najamuddin Arifin Kendari, Sabtu (16/1).

Di Sultra, terdapat belasan ribu UKM yang kini sangat membutuhkan uluran bantuan dari pemerintah dan swasta, utamanya saat harga kebutuhan pokok produksi melambung di pasaran.

Ia mengatakan, rata-rata UKM yang ada di Sultra, sebagian besar masih menggunakan modal sendiri, sehingga untuk menambah alat dan bahan pokok produksi, masih membutuhkan bantuan penguatan modal dari pihak kedua dalam hal ini pemerintah dan swasta.

Perputaran modal UKM selama ini, masih mengalami “stagnasi” karena antara biaya yang dikeluarkan dan yang diterima seimbang dan dampak penyerapan tenaga kerja bisa berkurang dari tahun ke tahun.

“Oleh karena itu, Disperinddag sebagai instansi yang mengawasi langsung para UKM, tidak serta merta memberikan bantuan tetapi harus melihat dulu peluang pasar yang dihasilkan UKM itu,” katanya.

Para UKM yang dibina dan diberi bantuan adalah mereka yang menjual di pasaran, yang memang tidak memiliki modal, namun produk yang dijual itu mempunyai pasar yang laku terjual seperti biji mete, minyak kelapa, kopra, makanan/minuman serta aneka produk yang dihasilkan lainnya.

Umumnya, mereka sangat membutuhkan bantuan alat produksi, karena alat produksi yang digunakan selama ini sudah cukup tua dan mulai rusak, katanya.

Najamuddin mengatakan, pelaku UKM selama ini masih kesulitan dalam mengakses permodalan dari Perbankan, karena selain kurangnya pengetahuan dan informasi yang mereka miliki, sehingga masih mengandalkan modal sendiri yang serba terbatas dan mempengaruhi produktivitas mereka.

Selain itu, kreativitas UKM yang masih rendah menyebabkan produksi lokal tersebut masih belum bisa bersaing dengan produksi luar daerah seperti Pulau Jawa maupun daerah lainnya di pasaran, terutama dari segi kemasan dan pengepakan barang.

Untuk itu, dalam rangka mengembangkan kreativitas dan produktivitas UKM, pihaknya terus melakukan berbagai upaya seperti kegiatan pelatihan, sosialisasi baik langsung maupun secara tidak langsung. (ant/riz)

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>