Bookmark and Share

Pola pendampingan dalam kegiatan usaha dan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi salah satu upaya yang amat potensial untuk menurunkan kredit macet atau kredit bermasalah (NPL/Non Performance Loan).
“Kalau UKM ini didampingi dalam kegiatan bisnisnya sangat potensial untuk menurunkan NPL mereka,” kata Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Chairul Djamhari, di Jakarta, Senin (7/7).
Ia mengatakan, sebaik dan seprospektif apapun usaha UKM tetap memerlukan upaya pendampingan dari banyak pihak.
Pihak-pihak tersebut tidak hanya pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM, tetapi juga bisa dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan perbankan.
“Pendampingan ini tidak hanya dilakukan saat UKMB akan mengajukan kredit, tetapi harus terus berlanjut,” katanya.
Menurut dia, pendampingan juga perlu dilakukan saat UKM memanfaatkan kredit atau bantuan permodalan yang diberikan.
Kemudian berlanjut saat UKM berupaya mengembalikan pinjaman tersebut.
Untuk menindaklanjuti hal itu pihaknya menyarankan terutama kepada perbankan untuk membentuk unit pendampingan bagi UKMB guna menekan kredit bermasalah yang mungkin timbul.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong perbankan agar memanfaatkan sumber daya yang telah ada baik tenaga maupun biaya karena pembentukan unit pendampingan berupa klinik UKM tidak akan sia-sia.
Chairul mengatakan, saat ini pihaknya sedang terus membahas kemungkinan pembentukan klinik UKM di setiap perbankan untuk mendampingi kegiatan usaha UKM.

Tags: , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>