Bookmark and Share

Sejalan dengan upaya penundaan pemberlakuan bebas tarif untuk beberapa sektor dalam kerangka kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Area (FTA) ASEAN-China, pemerintah akan merumuskan beberapa langkah guna meningkatkan daya saing.

Menteri Perindustrian MS Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/12), mengatakan langkah yang bisa dilakukan pemerintah di antaranya adalah penurunan tingkat suku bunga untuk meningkatkan daya saing dunia usaha serta restrukturisasi di beberapa sektor industri seperti restrukturisasi mesin pada industri tekstil.

Hidayat meyakini restrukturisasi seperti itu dapat berjalan cepat dalam waktu satu tahun mendatang karena anggaran pemerintah untuk keperluan tersebut sudah tersedia.

“Setelah saya pelajari, penurunan tarif itu penting, masalah tarif itu penting. Tapi lebih penting lagi tindakan pemerintah untuk membuat daya saing dunia usaha meningkat. Misalnya tingkat suku bunga. Rata-rata di semua negara ASEAN, apalagi China, itu di bawah 7%, kita kan 14%. Nah, itu mesti ada upaya khusus, itu antara lain problematik,” tuturnya.

Hidayat mengatakan implementasi kawasan perdagangan bebas ASEAN-China pasti berlaku pada 1 Januari 2010 sesuai dengan kesepakatan berlaku. Hanya saja, Indonesia akan mengajukan surat permintaan untuk menegosiasi ulang penundaan waktu pemberlakuan untuk beberapa sektor.

Permintaan waktu penundaan, lanjut dia, berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan setiap sektor.

“Tekstil mintanya dua tahun. Saya senang jadi mereka menganggap ada masalah-masalah yang dalam waktu singkat bisa diselesaikan. Yang sektor baja mintanya lebih panjang,” ujarnya.

Menperin memperkirakan setidaknya terdapat lima sektor yang layak mendapatkan penundaan pemberlakuan tarif bebas, yaitu petrokimia hulu, baja, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, serta elektronik.

Namun, Hidayat mengatakan, lima sektor itu juga akan dilakukan verifikasi lagi untuk dilaporkan pada tingkat menteri pada Jumat 11 Desember 2009.

“Nanti sebelum minggu depan verifikasi selesai. Nanti akan ketahuan apa saja yang dianggap reasonable alasannya,” ujarnya.

Hidayat meyakini negosiasi ulang dapat diselesaikan sebelum pemberlakuan kawasan perdagangan bebas antara ASEAN-China pada awal 2010. Negosiasi akan dilakukan oleh Departemen Perdagangan berdasarkan permintaan yang telah diverifikasi oleh Departemen Perindustrian.

Tags: , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>